Protes Kebijakan Mutasi Siswi SMPN 1 Nanggung, Rekomendasi Pindah Sekolah Sebut Keluarga Tidak Utuh

Rahman Efendi
15 Mar 2025 13:28
Pendidikan 0 1095
2 menit membaca

Angkaranews.id- Kebijakan mutasi seorang siswi SMPN 1 Nanggung berinisial NBUP, kelas VII, menuai protes dari orang tua korban.

Orang tua siswi tersebut, yang berinisial MF, merasa dirugikan dan terluka atas salah satu poin dalam rekomendasi mutasi yang menyebutkan bahwa keluarga NBUP tidak utuh karena orang tuanya telah berpisah.

MF menegaskan bahwa keluarganya harmonis dan tidak terima dengan pernyataan tersebut. “Ini tidak masuk akal dan sudah menyebabkan luka. Apalagi membawa-bawa rumah tangga yang disebut tidak utuh, padahal keluarga saya harmonis,” ujar MF saat ditemui di kediamannya, Jumat (14/03/2025).

Dalam rekomendasi mutasi tersebut, disebutkan beberapa alasan, di antaranya: NBUP jarang masuk sekolah, keluarga tidak utuh (orang tua berpisah), sering kabur dari rumah, merokok, dan mengunggah video merokok di TikTok.

MF mengungkapkan bahwa anaknya sebenarnya akan dipindahkan ke SMP PGRI Leuwiliang, namun pihak sekolah tersebut belum bisa menerima karena adanya rekomendasi dari SMPN 1 Nanggung.

“Saya meminta alasan tertentu kenapa anak saya belum diterima, dan pihak SMP PGRI Leuwiliang memberitahukan bahwa rekomendasi tersebut dikirim dari SMPN 1 Nanggung,” jelas MF.

Namun, pihak SMPN 1 Nanggung membantah telah mengeluarkan rekomendasi tersebut. Kepala Sekolah SMPN 1 Nanggung, Apep Atang Suryana, menegaskan bahwa sekolah tidak pernah mengeluarkan rekomendasi seperti yang disebutkan.

“Yang mengeluarkan ini siapa? Kenapa harus nanya ke saya? Siapa nama orang tuanya?” tanya Apep melalui pesan singkat WhatsApp kepada pewarta, Jumat (14/03/2025).

Apep menjelaskan bahwa sebelumnya pihak sekolah telah memberikan pembinaan kepada NBUP, namun karena tidak ada perubahan, akhirnya sekolah memutuskan untuk memutasinya.

“Benar, NBUP telah dimutasi. Namun, sekolah tidak pernah menyebarkan tulisan di atas (rekomendasi). Apalagi memberikannya ke wartawan. Jadi kalau ada tuduhan seperti itu, saya rasa tidak benar,” tegasnya.

Apep juga mengancam akan menempuh jalur hukum jika tuduhan tersebut terus dilontarkan. “Sekali lagi saya jelaskan, tulisan itu bukan dari guru SMPN 1 Nanggung. Jika masih ada yang menyebutkan bahwa staf saya yang menyebarkan isu tersebut, saya akan tempuh jalur hukum,” tandasnya.

Ancaman tersebut dianggap kurang jelas karena tidak dijelaskan siapa yang akan dilaporkan.

Diketahui, proses mediasi antara pihak SMPN 1 Nanggung dan orang tua murid (MF) telah dilakukan, namun gagal menemui titik temu. MF merasa sakit hati dan malu karena nama baik keluarganya yang harmonis tercoreng akibat rekomendasi yang menyebutkan hubungan keluarganya tidak utuh.

Pewarta: Dipidi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *